POTENSI TRILYUNAN RUPIAH, SENATOR WEDAKARNA DORONG PERATUAN MENTERI AGAMA TERKAIT SISTEM  DANA PUNIA HINDU

SATYAGRAHA  –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Acara Anugerah Dana Punia 2018 di Ruang Tirta Gangga BI

BDPHN ANUGERAH DANA PUNIA 2018 DI GEDUNG BANK INDONESIA

Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menghadiri acara Anugerah Dana Punia 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Dana Punia Hindu Nasional ( BDPHN ) di Ruang  Tirta Gangga Bank Indonesia. Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan donatur dana punia ini baik dari instansi pemerintah, swasta, TNI, Polri dan juga lembaga adat, dihadiri oleh Drs. A.A Gede Geriya MH – Karo Kesra (Utusan Gubernur Bali), I Made Rai Subawa  (Perwakilan Bank Indonesia), Letkol Made Sulantra (Waka Bintal Pangdam IX Udayana), Drs. I Wayan Santa Adnyana M.Ag-Kasi Kelembagaan   (Kementrian Agama Prov Bali ) , Drs. I Nyoman Gede Suprapta (PHDI Badung) dan Desak Asti Wijaya,SE,MH ( Ketua Umum BDPHN). Dalam laporannya Desak Asti, menyatakan terimakasihnya kepada lebih dari 4000 donatur tetap BDPHN yang ada diseluruh Nusantara, yang selalu konsisten mendukung gerakan Satyagraha dalam bidang Jnana ini. “Tahun 2018 ini, kami telah mencatatkan jumlah distribusi dana punia yakni mencapai diatas Rp 100 Milyar sejak pertama kali BDPHN berdiri pada tahun 2003. Ini menjadikan BDPHN sebagai lembaga dana punia terbesar di Indonesia. Lembaga ini juga sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM RI serta Direktorat Jendral Agama Hindu Kementrian Agama RI di pusat. Dan sejak awal selalu konsisten melaporkan LPJ di Majalah Hindu Nasional yakni “Raditya” dan juga website BDPHN. Terimakasih atas dukungan semua umat Hindu dan BDPHN fokus terhadap komitmen punia dibidang pendidikan serta membantu umat Hindu diluar Bali.”ungkap Desak Asti Wijaya. Dalam sambuatnnya, Dr. Arya Wedakarna mewakili DPD RI memberikan apresiasinya kepada BDPHN yang telah konsisten menjalankan swadharmanya sebagai pelayan umat dan meminta terus agar fokus pada pemberdayaan manusia khususnya lewat pendidikan. “Hal langka dizaman ini, khususnya dikalangan umat Hindu, yakni sikap konsisten. Banyak organisasi Hindu jarang konsisten dalam hal idealism, berprogram, menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara transparan dan juga tidak setia pada visi dan misi. Konsistensi adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi modern. Saya berpesan pada anak – anak muda yang menjadi pengurus BDPHN dan juga para relawan serta tim, agar fokus membantu pendidikan anak anak bangsa, karena hanya  lewat pendidikan cita cita mengisi pembangunan Indonesia Merdeka bisa tercapai. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan eksistensi gerakan dana punia Hindu di Nusantara, Senator Arya Wedakarna mendorong agar kedepan memiliki landasan perjuangan yang semakin kuat, yakni UU atau Peraturan Pemerintah minimal setingkat Menteri, mengingat umat lain telah memiliki UU senada. “Diseluruh Indonesia, banyak yayasan Hindu yang bergerak untuk keumatan dan itu perlu pengayoman negara. Maka dari itu, saya dorong agar Dirjen Bimas Hindu Kemenag, bisa mendorong lahirnya produk Peraturan Menteri Agama RI yang memberikan pengayoman terhadap misi dana punia. Umat Hindu berhak akan peraturan ini , karena Indonesia adalah NKRI. Ini yang menjadi agenda perjuangan bersama. Semoga menjadi kenyataan karena perlu kerja kolektif. This is Satyagraha “ungkap Arya Wedakarna yang  juga putra dari salah satu tokoh pendiri Parisadha Hindu Dharma pada tahun 1959  yakni ( Swargi ) Shri Wedastera Suyasa. ( humas )