«

»

Jun 04

PANDBTK RESMIKAN ORGANISASI SABHA YOWANA PUTRA DHARMA NARARYA DALEM BENCULUK TEGEH KORI

WARIH – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Sekjen PANDBTK ) Saat Meresmikan Prasasti Mewali Kepurusa Jati di Banjar Subamia Ambal Ambal Desa Subamia Tabanan

 

HARI INI PIODALAN DI PURA KAWITAN DALEM BENCULUK TEGEH KORI

 

Menindaklanjuti hasil Pesamuan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ) Ke- VII Tahun 2017, pengurus pusat PANDBTK konsisten melaksanakan hasilnya pesamuan yakni dengan meresmikan organisasi Sabha Yowana Putra Dharma Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. Peresmiannya sendiri telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Pura Dalem Benculuk yang langsung dihadiri oleh Brigjen Pol ( Purn ) Nyoman Gde Suweta selaku Ketua Umum PANDBTK. Adapun sebagai organisasi ini dipimpin oleh I Made Darmani ( Ketua ) dan I Gusti Made Arya Gunanta, SE ( Sekretaris ). Kedepan, organisasi Sabha Yowana ini diharapkan untuk bisa meningkatkan eksistensi lembaga persaudaraan dari warih Ida Betara Dalem Tegeh Kori yang merupakan organisasi keturunan dari Raja Badung Pertama yakni Abhiseka I Gusti Tegeh Kori. Dan apresiasi atas keberadaan organisasi ini disampaikan langsung oleh Sekjen PANDBTK, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat melakukan kunjungan kerja di Tabanan. “Sebagai penglingsir, kita harus memahami bahwa yang paling pasti didunia ini adalah perubahan, menjadi tua dan mati. Seorang pemimpin, bagaimanapun hebatnya, pasti akan tergantikan, dan maka dari itu, kultur dan budaya untuk mengkader bibit bibit baru wajib terus dilakukan oleh organisasi yang sehat dan normal. Jika ingin eksistensi organisasi ini bertahan, jika ingin ideologi leluhur berjalan dan juga kebudayaan Hindu terus ada, maka mengkader anak anak muda dalam organisasi adalah sebuah wajib. Ini yang ingin diteladani oleh PANDBTK yang secara dini menyiapkan kader kader muda agar siap pada  tongkat estafet kepengurusan. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga berpadangan bahwa mengurus pasemetonan bukan hanya mengurus Parahyangan, tapi juga mengurusi Pawongan dan Palemahan sehingga visi dan misi organisasi PANDBTK jelas menyeimbangkan hal itu. “Sudah seharusnya organisasi tradisional seperti Pasemetonan harus memprioritaskan kaderisasi dan SDM ( Pawongan ), karena justru dengan mempersiapkan SDM yang handal, maka kedepan misi untuk mengajegkan Hindu dan Bali akan bisa terealisasi. Kita harus belajar dari kesalahan leluhur Majapahit di Tanah Jawa, bagaimana proses pengkaderan zaman itu tidak berjalan dengan baik, sehingga runtuhlah semua kebudayaan Majapahit yang Agung. Tapi justru, Majapahit Bali jauh lebih agung dan bertahan 500 tahun sejak abad XV karena leluhur di Bali belajar dari kesalahan tanah Jawa. Ini yang kita warisi. Maka dari itu, jika ada anak muda Hindu ingin belajar sejarah Bali, mereka seharusnya wajib ikut organisasi yowana disoroh masing – masing. Jangan cuek, jangan antipati, jangan pesimis, karena itu akan merugikan Bali. Dan saya harap PANBTK jadi  teladan. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota DPD RI ini. Selain itu, pengurus pusat menyampaikan bahwa hari ini Senin, 4 Juni 2018, akan diselenggarakan Piodalan di Pura Kawitan Dalem Benculuk Tegeh Kori ring Tonja, dan diharapkan umat sedharma untuk hadir memberikan bakti kehadapan Ida Sesuhunan. Piodalan / Wali di Pura Kawitan kini sudah dilaksanakan dengan baik oleh Panitia yang merupakan sinergi antara Pengempon dan Pengurus PANDBTK. ( humas )