«

»

May 03

WEDAKARNA SALUT SIKAP “KATOS” UMAT HINDU DI NTB DALAM IDEOLOGI

SATYAGRAHA  – Senator Dr. Shri I Gusi Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Acara DPP Peradah di Kampus STAH Gede Pudja Mataram Lombok

SENATOR DUKUNG STAH GEDE PUDJA MATARAM JADI INSTITUTE

Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir di Bumi Gora, Lombok NTB dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh DPP Persatuan Pemuda Hindu Dharma ( Peradah ) NTB. Acara yang diadakan di Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu ( STAH ) Gede Puja Mataram ini menghadirkan ratusan undangan dari unsur mahasiswa, dosen,  tokoh umat serta akademisi dari Kota Mataram. Tampak hadir Wayan Pujawan ( Direktur The Hindu Center Of NTB / Ketua Ashram Prema Shanti ), Gusti Ayu Alet Irmawati ( Ketua Panitia ), Nyoman Widhiarsana, ST.,CHt ( Ketua Peradah ) yang  turut mendampingi Senator AWK. Dalam pemaparannya, Senator AWK menyampaikan pentingnya pendidikan karakter Pancasila bagi setiap calon pemimpin bangsa, karena eksistensi Pancasila harus terus dipertahankan demi keselamatan minoritas baik suku, agama dan ras yang ada di Indonesia. “Saya yakin bahwa hanya Pancasila yang bisa menyatukan Indonesia dimasa kini dan masa depan. Para pemuda Hindu harus membantu pemerintah dan negara dalam memerangi ideologi radikal yang kian hari menggerogoti bangsa ini. Dan disinilah peran organisasi untuk menscreening kualitas anggota. Jika anda menjadi seorang nasionalis sejati maka keberpihakan terhadap suku, agama dan ras minoritas harus menjadi agenda perjuangan. Agenda ini harus terus menerus dibicarakan dan dibahas. Isu SARA akan hilang jika masalah SARA dikomunikasikan dua arah. Umat Hindu tidak boleh menggunakan kekerasan dalam segala hal ( ahimsa ). Hindu adalah agama cinta damai dan taat pada negara karena negara adalah Guru Wisesa. Ini karakter Pancasilais yang harus dilakoni umat Hindu sehingga mampu menjadi teladan yang baik untuk bangsa.“ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan jati diri umat Hindu di Provinsi NTB, Senator AWK menyatakan salut akan sejumlah sifat dan karakter khususnya dari semeton keturunan Bali yang sudah banyak membangun NTB. “Keberadaan  umat Hindu di NTB, bahkan menjadi mayoritas kedua dibeberapa titik wilayah, tentu tidak lepas dari peran leluhur Raja Raja Bali yang datang membawa pengaruh di Lombok, khususnya leluhur Karangasem. Ini membuktikan kehebatan, bahwa walaupun Majapahit sudah runtuh diabad XV, tapi leluhur Bali mampu mewarnai sejarah NTB diabad berikutnya. Kini masyarakat Bali di NTB saya nilai sudah bermental baja, dan juga sifat “katos” atau kerasnya sangat menginspirasi. Apa itu “katos” ?  Katos itu sikap berani, sikap keras dalam kejujuran, sikap keras dalam jati diri, sikap keras membela hak kewajiban sebagai warga bangsa dan yang penting katos dalam menjaga Pancasila. Saya senang bahwa suku Bali dan umat Hindu di NTB termasuk yang paling disegani dan dihormati. Tolong jaga nama baik ini dan bersatulah sebagai sebuah bangsa besar.  “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Sejumlah pesan disampaikan oleh Senator AWK khususnya dalam membangun SDM Hindu di Mataram Lombok yakni 1) Lembaga harus mulai merevitalisasi sejarah situs pura Hindu diseluruh NTB sesuai dengan RUU Cagar Budaya No.11/2010 demi kelestarian peninggalan leluhur 2) Dukungan akan naiknya status STAH Gede Pudja Mataram menjadi IHDN serta perluasan kampus STAH demi masa depan pendidikan Hindu 3) AWK meminta anak muda Hindu di Lombok untuk melestarikan KB Bali 4 Anak demi menjaga pusaka leluhur 4) AWK mendorong munculnya industri ekonomi Hindu yang bernuansa SUKLA 5) AWK mendukung disusunnya sejarah Hindu khususnya Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sehubungan dengan ditemukannya situs Hindu. 6) Dalam kaitan hajatan politik Pilkada / Pilgub NTB serta Pemilu 2019, AWK meminta agar umat Hindu untuk solid mendukung paslon dan partai yang mendukung minoritas, kebhinnekaan dan pluralisme ( humas )