«

Apr 27

BERHARAP KANTONG HINDU DI INDONESIA MILIKI DPD, DPR DAN DPRD UNTUK EKSISTENSI DHARMA

HINDU DHARMA  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Tokoh Hindu Sulawesi  Tenggara di Pura Jagaditha

WEDAKARNA BANGGA PROVINSI SULTRA MILIKI SEKOLAH TINGGI HINDU

Tokoh Hindu Indonesia, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menyambangi umat Hindu di Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra ). Bertempat di Pura Jagaditha, Dr Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia bertatap muka dengan ratusan warga Hindu Sultra yang sebagian besar terdiri dari generasi muda Hindu  termasuk pengurus KMHDI, Peradah, Suka Duka Banjar, The Hindu Center Of Sultra serta PHDI setempat. Dalam pemaparannya, Dr. Arya Wedakarna merasa bangga dengan eksistensi umat Hindu di Prov Sultra yang kini sudah  menjadi mayoritas kedua, ini berarti proses kaderisasi, ketahanan ekonomi dan nama baik leluhur telah dijaga oleh umat Hindu, yang tidak saja bersuku Bali tapi juga berbagai suku bangsa. Apalagi saat ini Prov Sultra telah memiliki Sekolah Tinggi Agama Hindu yang dikelola oleh yayasan Hindu, dan berharap kedepan STAH  ini menjadi cikal bakal dari perguruan tinggi negeri di Pulau Sulawesi. “Saya atas nama pribadi dan lembaga DPD, mengucapkan selamat atas prestasi umat Hindu Sultra yang sudah berhasil mendirikan STAH. Kedepan harus terus diupayakan pembangunan SDM Hindu agar program Dharma Dutta berjalan dengan baik. Jangka pendeknya, agar generasi muda Hindu di Sultra tidak mudah dipengaruhi untuk pindah keyakinan, agar kuat Sradha dan Baktinya, disamping menjadi insan yang Pancasilais. “ungkap  Gusti Wedakarna. Terkait dengan pertanyaan dari peserta Talk Show tentang peran politik Hindu Indonesia, Dr. Arya Wedakarna memberikan pesan kepada seluruh umat Hindu Indonesia umat Hindu untuk terlibat dalam bidang politik khususnya berpartisipasi dalam Pemilu 2019 maupun hajatan politik Pilgub dan Pilkada sebagai wujud partisipasi  politik. “Saya senang, beberapa Provinsi di Indonesia kini sedang menyiapkan putra putra terbaik Hindu untuk maju ke DPD, DPR dan DPRD Provinsi / Kab / Kota. Memang sudah sepatutnya begitu. Asal solid, pasti menang. Keuntungan jika didaerah anda punya wakil umat Hindu, maka segala urusan keumatan bisa didukung secara politik. Kedepan jika umat Hindu diluar Bali akan membuat pura, mendirikan sekolah Hindu, mendirikan crematorium atau meminta hak kuburan Hindu, maka itu akan lebih mudah karena ada akses dipemerintahan. Saya minta cukup sudah umat Hindu di Indonesia termajinalkan. Mulai sekarang siapkan diri untuk terlibat dipolitik. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota DPD RI asal Bali. Ia juga meminta kepada tokoh sepuh Hindu didaerah agar mulai turun gunung untuk memberikan pengertian kepada umat Hindu agar memunculkan pemimpin dari kalangan internal Hindu, khususnya di DPD, DPR dan DPRD. “Saya minta agar umat Hindu solid. PHDI harus netral dari politik, tapi sebagai tokoh saya minta agar mengarahkan umatnya untuk memilih kandidat politik. Yang penting partainya nasionalis, yang penting bukan partai berbau agama. Hindu akan mendukung gerakan nasionalisme Indonesia. Semua demi Kebhinnekaan NKRI.”ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini.  Selain itu, Dr. Arya Wedakarna juga meminta kepada umat Hindu Indonesia untuk solid mendukung Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019, agar banyak keputusan negara berpihak pada kaum Minoritas. “Kita sebagai umat Hindu sangat lega sekali saat Pemerintahan  Joko Widodo mengeluarkan Perppu Ormas agar menghentikan pergerakan ormas radikal berbau agama. Kita juga dukung pembubaran HTI karena tidak sesuai dengan Pancasila. Diera Jokowi, baru keluar penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, serta diera ini kita umat Hindu baru memiliki Peraturan Menteri Agama RI Nomer : 56 Tahun 2014 terkait dengan pendirikan sekolah Hindu. Maka tidak ada alasan kita tidak mendukung Presiden Joko Widodo. Sebagai minoritas, kita harus cerdas memilih pemimpin yang pro-Minoritas. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Ketua  Tim Pemenangan Jokowi 2 Periode dari Front Marhaenis.   ( humas )