«

Nov 15

WEDAKARNA MINTA LPD BANTU MODAL PENGUSAHA MUDA DI DESA

Satyagraha – Senator Dr. Arya Wedakarna bersama Prof. Ir. Wayan Redi dan Made Putra Jaya ( Owner GSM ) Saat Pelatihan Gorengan di Kantor Hindu Center

BADAN DANA PUNIA HINDU GELAR PELATIHAN GORENGAN SUKLA 

Tingkat kejujuran krama Bali masih bisa diadu di Indonesia ini, karena sebagian kalangan masih percaya bahwa jika orang Bali diberi kepercayaan dalam kredit usaha atau dibantu permodalan, maka sebagai krama adat akan lebih mudah bagi lembaga perbankan atau lembagai mikro sesuai UU No.1/2013 seperti LPD dalam resiko kredit macet. Selain faktor keterikatan sebagai krama adat di desa masing masing, juga akibat orang Bali masih percaya dengan hukum karma. Demikian diungkap oleh Senator RI asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat ditanya apakah pantas bagi LPD untuk membantu memberikan kredit bagi pengusaha Hindu terutama anak anak muda didesa. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sudah sepantasnya LPD di Bali yang diperkirakan beraset lebih dari Rp 16,5 Trilyun untuk memulai memprioritaskan pinjaman lunak bagi pengusaha muda Hindu yang ingin terjun kedunia bisnis. “Ada keuntungan jika mendapatkan klien orang Hindu Bali yakni setiap orang Bali pasti adalah warga adat. Alamat rumah dan desanya sudah ketahuan dimana, asetnya juga sudah jelas, dalam artian tidak mungkin orang Bali mau terlibat kredit macet karena pertaruhan nama baik. Artinya faktor sosial budaya ini akan berpengaruh pada tingkat kepatuhan  terhadap pinjaman. Jadi kenapa  takut jika LPD dan Koperasi membantu anak anak didesa untuk jadi pengusaha Hindu. Apalagi jika mereka sukses, maka desa adat yang menikmati hasilnya dan uang akan berputar didesa. Kedepan harus ada dorongan agar LPD bisa mengambil peran ini. Apalagi hal ini sesuai dengan Perda terbaru tentang LPD disamping juga telah dilindungi UU LKM. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga berharap agar BUMDES atau unit unit ekonomi di Desa Adat dihidupkan kembali dan mulai memberdayakan ekonomi Satyagraha. “Saya kira benteng agama Hindu kedepan adalah jika umat Hindu dan krama adat Bali kuat secara ekonomi, maka budaya Bali yang dijiwai oleh agama  Hindu akan bertahan. Kita harus belajar dari keruntuhan Sriwijaya dan Majapahit, semua karena faktor ekonomi, faktor kekalahan pasar. Semoga LPD dan Desa Adat menjadi benteng  bagi Bali.”ungkap Gusti Wedakarna. Dalam acara pelatihan Sukla Satyagraha yang dihelat di Gedung BDPHN Jl Beliton 4 Denpasar ini, Gusti Wedakarna didampingi oleh Prof. Ir. Wayan Redi Aryanta ( Guru Besar Bidang Teknologi Industri Pertanian dari Univ Udayana ), I Wayan Widi Adnyana ( Ketum Gerakan Sukla Satyagraha, Desak Asti Wijaya ( Ketua BDPHN ) serta para peserta dari generasi muda Hindu. Dan sebagai nara sumber utama yakni Made Putra Jaya ( Pengusaha Hindu dari produk GSM ).  “Gerakan Sukla Satyagraha ( GSS ) ini adalah gerakan moral yang diresmikan oleh ( Swargi ) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa di Prambanan pada tahun 2015. Dan astungkara kini Sukla menjadi gerakan moral yang sudah dipercaya masyarakat. Dan walau baru 3 tahun diluncurkan, tapi sudah sangat mengena dikalangan umat Hindu. Dan saya sebagai anggota DPD RI menyambut baik upaya ini pelatihan ini.  “ungkap Gusti Wedakarna. Gerakan Sukla secara rutin mengadakan kegiatan di Kantor BDPHN yakni pelatihan membuat loloh, membuat gorengan dan kedepan juga membuat produk kuliner lainnya.