«

»

Jun 03

HADIRKAN PENULIS BUKU “ HINDU MENJAWAB 3 DIALOG DENGAN KRISTEN DAN ISLAM ”

BEDAH BUKU – Drs. Abdul Samad Asaf, SE,MM (Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta), Made Aripta Wibawa, SH, M.Ag, Dr. Ida Ayu Tary Puspa, M.Par, Ngakan Putu Putra, I Ketut Wisadnya, SH, MH (Wakil Rektor I Universitas Mahendradatta) dan Desak Putu Asti Wijaya, SE (Ketua Umum Badan Dana Punia Hindu Nasional)

BADAN DANA PUNIA HINDU NASIONAL ( BDPHN ) GANDENG UNMAR

Badan Dana Punia Hindu Nasional sebagai lembaga yayasan kembali menggelar kegiatan Bedah Buku Hindu sebagai bentuk kepedulian terhadap umat Hindu dan apresiasi terhadap para penulis buku Hindu. Acara bedah buku Hindu yang berjudul “Hindu Menjawab 3 Dialog dengan Kristen dan Islam” karya Ngakan Made Madrasuta, merupakan salah satu cara efektif menyampaikan pemikiran penulis atau pengarang buku. Dengan kegiatan bedah buku, proses pentransferan informasi dan pengetahuan yang ada dalam suatu buku bisa tersampaikan dengan baik kepada peserta yang hadir. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Lantai 3 Universitas Mahendradatta yang dihadiri oleh Instansi Negeri (SKPD) Provinsi Bali, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, guru-guru, dan siswa-siswa dari SMP dan SMA sekota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta mahasiswa, dalam sambutan Ketua Panitia Bedah Buku Hindu Ni Wayan Kardiani tujuan menyelenggarakan bedah buku ini adalah mengetahui makna serta pesan tertuang dalam buku tersebut, agar para pembaca mengerti apa isi sebenarnya buku yang di bedah. Narasumber dalam bedah buku ini diantaranya Made Aripta Wibawa, SH, M.Ag, Dr. Ida Ayu Tary Puspa, M.Par dan Ngakan Putu Putra. Menurut Dr. Ida Ayu Tary Puspa, M.Par menjelaskan bahwa menekan egoisme manusia serendah – rendahnya, baik bagi Tuhan maupun bagi sesama manusia, kalau kita mampu menahan egoisme kita akan mencapai tujuan agama yang kita anut yaitu “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah” yang Islam dan Kristen sekiranya tujuannya sama yang penting kita dapat menahan egoisme sesama manusia. Kita sama – sama menyadari kenapa sekarang Indonesia intoleran karena ada gerakan – gerakan yang boleh dikatakan NKRI kita mungkin agak terancam, jadi andai kita memperhatikan dan mau toleran berarti kita harus memahami agama lain yang ada di Indonesia selain agama yang kita anut. Menurut Made Aripta Wibawa, SH, M.Ag menjelaskan bahwa semua agama sederajat, ada istilah yang diajarkan guru saya Sri Bhagawan Sathya Sai Baba mengajarkan bahwa sarwa dharma samatwa yang berarti sarwa itu segalanya, dharma itu agama sama itu sama  dan istilah tattwam asi menambahkan rasa kepercayaan saya bahwa agama sederajat, setelah membaca berkali – kali buku ini saya melihat bahwa ada sekelompok orang diluar daripada kita yang mengatakan bahwa semua agama itu tidak sederajat sehingga memunculkan sifat egoisme, radikalisme sehingga ada semacam yang mengklaim bahwa kebenaran itu dari satu pihak padahal sudah dijelaskan dalam Pancasila  bahwa Tuhan itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan menurut Ngakan Putu Putra penulis buku bahwa semua agama tidak sama menurut antologi dan saya kumpulkan dari para peneliti Amerika dan India, menurut mereka Tuhan benar satu tapi setiap agama memiliki persepsi sendiri tentang Tuhan dan tujuan yang berbeda. Dalam kesempatan tersebut Ketua BDPHN juga menyampaikan bahwa acara bedah buku hindu ini rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai agenda rutin Badan Dana Punia Hindu Nasional. Acara ini diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada narasumber. ( Humas )