«

»

Aug 10

TERAPKAN KEBIASAAN BERDANA PUNIA UNTUK KEPEDULIAN SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SEKITAR

PAGUYUBAN – Peringatan HUT Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia yang dihadiri oleh Ida Bagus Budiantara, SE ( Moderator ), Ketut Suterisna, S.Pd ( Ketua Paguyuban ), Ni Made Gunasih ( Panti Asuhan Semaraputra Klungkung), Gede Komang ( Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng ), Gede Sumarawan
( Kementerian Agama Kabupaten Buleleng ), Desak Putu Asti Wijaya, SE ( Ketua BDPHN ), Putu Aditya Adiguna
( Ketua AHMI ), Nyoman Sukanta ( Panti Asuhan Kesayan Ikang Papa ) di Panti Asuhan Hindu Destawan Buleleng

 

HUT PAGUYUBAN PANTI ASUHAN HINDU INDONESIA KE–VI DI PANTI ASUHAN DESTAWAN BULELENG

 

Badan Dana Punia Hindu Nasional kembali menggelar HUT Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia Ke-VI, kali ini dilaksanakan di Panti Asuhan Hindu Destawan yang bertempat di Dusun Kanginan Desa Sawan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Acara HUT Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia ini disambut baik oleh Bupati Buleleng dalam sambutannya disampaikan dukungannya atas terselenggaranya acara ini dan motivasinya agar acara ini tetap diadakan setiap tahunnya yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng. HUT Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia dirangkaikan dengan Diskusi Publik Kesetiakawanan Sosial dengan tema Wujud Kongkret dalam Mengimplementasikan Kepedulian Sosial terhadap Kehidupan Sekitar dengan narasumber dari Dinas Sosial dan Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Pada diskusi ini Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Bapak Gede Komang menyampaikan bahwa kesetiakawanan sosial sangat penting, karena dengan adanya kepedulian kita terhadap sesama masalah kesenjangan sosial terutama kemiskinan dan anak – anak terlantar dapat teratasi melalui panti asuhan. Disamping itu diharapkan kepada umat agar lebih peduli terhadap Panti Asuhan Hindu terutama perusahaan – perusahaan pemberi CSR agar setiap tahun ada program peduli panti asuhan hindu. Untuk Panti Asuhan juga harus memberikan fasilitas yang baik untuk anak – anak panti asuhan seperti tempat tidur yang layak, makanan yang sehat dan pendidikan formal maupun non formal yang menunjang anak – anak untuk mencapai cita – citanya dan berguna untuk masa depan. Sedangkan Kementerian Agama Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Bapak Gede Sumarawan mengungkapkan ditinjau dari Agama Hindu ada konsep Tat Twam Asi dan Wasudewa Kutumbakam yang sangat menganjurkan berdana punia. Dana Punia disini tidak hanya berupa uang, bisa berupa alat tulis sekolah, makanan dan pakaian sekolah. Acara ini dihadiri oleh Anggota Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia, Sekolah – sekolah, Instansi Negeri dan Universitas Se – kabupaten Buleleng. Acara ini didukung oleh Badan Dana Punia Hindu Nasional agar Panti Asuhan Hindu Seluruh Bali dapat berkembang dengan baik dan dapat menunjukan jati diri agar Panti Asuhan Hindu dapat lebih dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Sehingga Panti Asuhan Hindu tidak dianggap tertinggal dari segala aspek, baik insfrastruktur, legal standing, kehumasan dan pengelolaan database serta pendidikan anak – anak panti asuhan juga sama dengan pendidikan anak pada umumnya yang tinggal dengan orang tua. Acara ini juga dilaksanakan untuk mengenalkan kreativitas anak – anak panti asuhan dan dikenalkan kepada masyarakat luas.