«

»

May 14

HADIRKAN WAKAPOLDA BALI, BAHAS TAJEN DI BALI DALAM PERSPEKTIF HOMO COMPLEXUS

BEDAH BUKU  – I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputri Suyasa,SE ( Yayasan Mahendradatta, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ), Drs. Abdul Samad Asaf, SE,MM (Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta), Prof. Dr. I Wayan Suarjaya ( MUDP Bali ), Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja ( Penulis Buku ), Brigjen Pol. Drs. I Nyoman Suryasta ( Wakapolda Bali ), Ketut Donder,Ph.D ( World Hindu Parisadha ), Made Aripta Wibawa,SH,M.Ag ( Dewan Pasraman Sewaka Dharma) di Universitas Mahendradatta

UNMAR BUKA PENDAFTARAN PENDIDIKAN ADVOKAT ( PKPA ) 13 MEI 2016

 

Universitas Mahendradatta Bali bekerjasama dengan Hindu Book & Readers Community ( HBRC ) kembali mengadakan kegiatan Bedah Buku sebagai bentuk kepedulian kepada para penulis buku yang selama ini sudah memberikan sumbangsih pemikiran dan penelitian yang dituangkan melalui sebuah buku. Acara ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan gerakan gemar membaca dikalangan masyarakat. Acara bedah buku dilaksanakan di Gedung Wedastera Suyasa Universitas Mahendradatta Bali.  Acara bedah buku ini merupakan bentuk kepedulian yang memberikan wadah untuk bertemunya penulis buku dengan pembaca untuk sharing membahas isi buku sehingga pesan yang ada dalam buku tersampaikan secara maksimal” . Kegiatan ini menghadirkan empat orang narasumber yaitu: Prof. dr. I Wayan Suarjaya ( MUDP Bali ), Brigjen Pol. Drs. I Nyoman Suryasta ( Wakapolda Bali ), Ketut Donder,Ph.D ( World Hindu Parisadha ), Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja ( Penulis Buku ) dengan karyanya yang berjudul “ Tajen di Bali Perspektif Homo Complexus”, dan Made Aripta Wibawa SH.M.Ag  sebagai moderator. Acara bedah buku ini dihadiri oleh Instansi Negeri  (SKPD) Provinsi Bali, guru-guru, dan siswa-siswi dari SMP dan SMA se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Bali. Ketua panitia Ni Made Dwi Ardiani dalam sambutannya “ Kegiatan bedah buku ini memberikan manfaat kepada pembacanya, karena disinilah semua permasalahan dalam buku di bahas dengan jelas”.  Dalam seminar ini Brigjen Pol. Drs. I Nyoman Suryasta ( Wakapolda Bali ) menjelaskan Polisi tidak pernah dan tidak berhak memberikan ijin tajen di Bali. Selanjutnya Dr. I Wayan Suarjaya ( MUDP Bali ) menjelaskan “Tajen di Bali ada dua, yang pertama tajen itu judi dan memang dilarang, yang kedua tajen tabuh rah yang memiliki nilai keagamaan. Dilanjutkan oleh Ketut  Donder,Ph.D ( World Hindu Parisadha ) menjelaskan dalam buku agama hindu ayam itu dipakai konsep caru. Diakhiri dengan Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja sebagai Penulis Buku menjelaskan latar belakang buku ini dibuat karena tajen sulit untuk dihapuskan pada masyarakat Bali tajen menampung perspektif manusia sebagai Homo Complexus dimana kompleksitas manusia bisa didapat pada tajen. Maka dari itu tajen dihapuskan atau tidak melalui pendekatan cultural dengan cara disadarkan dan pendekatan kekuasaan dengan cara hukum ”. Selain itu disosialisasikan pula Program Pelatihan Pendidikan Khusus Profesi Advokat ( PKPA ) Angkatan IV yang dimulai pada tanggal 13 Mei 2016 di Magisterium Universitas Mahendradatta, Pendidikan setiap hari jumat dan sabtu selama 13 kali pertemuan yang menghadirkan pengajar dari PERADI Pusat dan Bali.